Warung Bebas

Minggu, 31 Oktober 2010

Janin cacat akibat kelebihan Vitamin A

Biasanya ibu yang hamil mengkonsumsi lebih banyak makanan. Mungkin terpikir karena makanan dibagi dua bersama janin, sehingga segala sesuatunya menjadi dua kali lipat jumlahnya. Memang betul tatkala hamil, kebutuhan nutrisi ibu harus diperhatikan, termasuk vitamin. Tapi, anjuran orang yang mengharuskan ibu hamil banyak mengkonsumsi vitamin tak jarang malah menyesatkan. Mereka jadi getol mengkonsumsi suplemen vitamin. Padahal, tak semua vitamin butuh tambahan suplemen, khususnya suplemen vitamin A. Karena jika kelebihan, bukan hal baik yang akan ditemui, salah-salah janin Anda malah cacat dibuatnya.
Seperti diakui dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Sonologist, banyak ibu hamil beranggapan kehamilan kurang safe tanpa tambahan vitamin. "Dengan tujuan agar kehamilannya sehat, mereka mengkonsumsi lebih banyak multivitamin yang dianjurkan dokter. Padahal, itu sangat tidak perlu jika kebutuhan gizi terpenuhi," jelas ahli kebidanan dan kandungan dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, ini. Ingat, lo, Bu, lanjut Judi, vitamin dan mineral tergolong zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil yang disebut mikronutrien.
LARUT DALAM LEMAK
Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air, tapi larut dalam lemak. "Artinya, bila kelebihan vitamin ini akan tertimbun dalam tubuh karena tak bisa dibuang seperti layaknya vitamin yang larut dalam air yang bisa dibuang lewat keringat atau air kencing." Sedikit demi sedikit akan tertimbun, yang makin lama akan makin banyak. "Hari ini satu unit, besok dua unit, dan seterusnya. Nah, akhirnya jadi toksik," terang dr. Dadang A. Primana, MSc, SpGz, SpKO, konsultan rubrik Tanya Jawab Gizi tabloid nakita.
Yang jelas bila tubuh kelebihan vitamin A akan terjadi hipervitaminosis A; timbul hiperkeratinisasi. "Kulitnya akan terlihat tebal dan bersisik. Tapi, kulit bersisik bukan disebabkan kelebihan vitamin A saja, lo. Kekurangan asam lemak esensial pun akan bersisik. Jadi, kalau kita menjumpai kulit kita bersisik, tidak mesti bahwa kita kelebihan vitamin A, bisa saja karena penyebab lain," jelas Dadang.
Kecuali itu, kelebihan vitamin A akan menyebabkan abnormalitas, terutama janin akan mengalami uroginital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dan kelamin. "Juga akan membuat cacat bentuk wajah, kepala, serta jantung janin." Janin bisa mengalami mikrosefali (ukuran kepala kecil), sehingga menimbulkan gangguan sistem saraf pusat karena ukuran kecil tersebut. Selain itu, terdapat gangguan kelenjar adrenal; yang membuat hormon adrenalin, karena kelenjar ini pun menjadi kecil. Bahkan pada hewan ditemukan langit-langit mulut akan menjadi terbuka. "Namun hal tersebut belum terbukti bisa terjadi pada manusia," tutur Judi dan Dadang, senada.
Waktu rentan terjadinya kecacatan adalah sekitar trimester I dan II kehamilan. Sebab, saat inilah organ-organ tubuh janin sedang terbentuk. Jadi, kalau saat itu terganggu, maka tidak akan dapat diperbaiki lagi. Kelainan janin pun agak sulit diketahui saat di-USG, tapi baru bisa diketahui setelah lahir. "Nanti, kalau cacat yang dibawanya parah, ya, tidak bisa dikoreksi lagi. Bahkan, terkadang bayi tak bisa bertahan hidup lama. Tapi, bila gangguannya ringan, mungkin masih bisa dioperasi, tergantung bentuk gangguannya. Jadi, tidak bisa di-treatment saat masih janin," tutur Judi.
TAK PERLU SUPLEMEN
Nah, Bu, karena fatal akibatnya bila terjadi kelebihan vitamin A, sebaiknya ibu hamil tak mengkonsumsi tambahan vitamin A berupa suplemen. "Vitamin A yang dibutuhkan tubuh cukup berasal dari makanan yang dikonsumsi dari sumbernya secara langsung, misalnya, dari makanan hewani atau tumbuh-tumbuhan," jelas Judi.
Perolehan dari sumber makanan langsung, tambah Dadang, maka kandungan vitamin A-nya sangat sedikit. "Sehingga bila banyak mengkonsumsi sumber vitamin A, maka kelebihannya pun sangat sedikit. Lain halnya, jika ibu hamil secara sengaja mengkonsumsi suplemen khusus vitamin A. Ya, jadi akan kelebihan. Jadi, selama makanannya alamiah, tidak perlu takut akan kelebihan."
Suplemen vitamin atau multivitamin, terang Dadang, biasanya baru diberikan hanya dalam kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, karena terjadi mual-muntah sehingga ibu kehilangan nafsu makan. "Sebab, jika tak diberi tambahan vitamin, maka ibu akan kekurangan gizi yang berakibat buruk pada janin maupun ibu itu sendiri selama kehamilannya." Jadi, tambahan vitamin A digunakan untuk menggantikan dan melengkapi kandungan gizi yang tidak diperolehnya dari makanan sehari-hari."
Kendati demikian, dalam memberikan tambahan vitamin, dokter biasanya akan melihat pola makan ibu dan apakah ia memang kekurangan zat tertentu. "Jika dirasakan tak perlu, dokter biasanya tidak akan memberikannya. Jadi, jangan malah meminta suplemen vitamin kalau dokter tidak memberikannya, lo," tambah Judi.
Nah, sudah lebih jelas lagi, kan, Bu. Jadi, saat pemeriksaan rutin dengan dokter, tak perlu lagi "memaksa" dokter memberi vitamin. Bila tidak perlu, untuk apa, kan? 


sumber : http://www.anak-ibu.com/panduan/janin-cacat-akibat-kelebihan-vitamin

7 Nutrisi Penambah Kesuburan/Fertilitas

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat bahwa vitamin tertentu dapat menambah kesuburan. Misalnya, pasangan suami-istri dianjurkan banyak makan kecambah karena mengandung vitamin E yang baik untuk kesuburan.
Pendapat itu hanya separuh benar. Meskipun vitamin E diperlukan untuk kesuburan, vitamin tersebut bukanlah satu-satunya yang Anda butuhkan. Anda memerlukan kombinasi sejumlah vitamin lain dan mineral untuk menjaga fertilitas. Mengkonsumsi berlebihan unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi unsur lainnya justru merugikan fertilitas (dan kesehatan) Anda. Dalam kondisi apa pun, pola makan dengan gizi seimbang harus tetap dipertahankan. Berikut adalah tujuh nutrisi yang bila dikonsumsi secara seimbang akan menambah kesuburan Anda:
1. Vitamin E
Vitamin E sangat penting bagi sistem reproduksi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin E menjaga sistem endokrin dan produksi hormon-hormon yang baik. Bagi pria, vitamin E mendukung produksi sperma dan hormon-hormon seks serta mencegah kerusakan DNA sperma.
Sebuah riset menunjukkan bahwa kerusakan yang ekstensif pada DNA sperma dapat menyebabkan infertilitas. Kerusakan DNA tersebut terutama disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E sebagai antioksidan dapat mencegah kerusakan DNA sperma.
Asupan vitamin E yang disarankan adalah 400 UI per hari. Sumber utama vitamin E adalah kecambah, kedelai, hati, dan sayuran berwarna hijau tua.
2. Vitamin C
Vitamin C penting bagi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin C bermanfaat menjaga keseimbangan hormonal, meningkatkan fertilitas, memperkuat sistem imun, dan membantu penyerapan zat besi. Bagi pria, vitamin C mencegah penggumpalan sperma dan meningkatkan mobilitas sperma.
Sumber utama vitamin C adalah buah-buahan seperti jambu, sirsak, pepaya, jeruk, mangga, stroberi dan sayuran seperti cabai dan bayam. Konsumsi harian vitamin C yang disarankan adalah 750-1000 mg.
Meskipun terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C tidak berbahaya karena vitamin ini larut dalam air sehingga bila berlebihan akan dibuang lewat air seni, kelebihan vitamin C dapat menurunkan pH tubuh yang kurang menguntungkan bagi sperma dan telur.
3. Vitamin B
Ada dua jenis vitamin B yang bermanfaat menambah kesuburan, satu untuk pria dan satunya untuk wanita. Vitamin B12 dapat menambah dan meningkatkan kualitas sperma sedangkan vitamin B6 dapat meningkatkan kesuburan wanita. Jenis vitamin B lainnya seperti asam folat juga penting untuk proses penyatuan sperma dan sel telur (konsepsi).
Asupan vitamin B6 dan B12 yang disarankan adalah 1,3 dan 2,4 mikrogram per hari. Sumber vitamin B6 adalah wortel, telur, ayam, ikan, pisang, brokoli dan beras merah. Sedangkan  sumber vitamin B12 adalah hati, susu dan ikan.
4. Zat besi
Zat besi penting untuk transportasi darah dan oksigen di dalam tubuh. Kaum wanita memerlukannya untuk menjaga keseimbangan proses ovulasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa 40% anggota kelompok wanita yang mengalami masalah ovulasi menjadi subur setelah menambah konsumsi zat besi.
Asupan zat besi yang disarankan bagi pria dan wanita dewasa masing-masing adalah 8 mg dan 18 mg per hari.  Zat besi paling baik diperoleh dari sumber alami seperti kangkung, bayam, hati dan daging.
5. Selenium
Studi yang dilakukan universitas Padua, Italia, menunjukkan bahwa kekurangan selenium dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Seperti halnya vitamin E, sebagai antioksidan selenium berperan mencegah oksidasi sel-sel sperma.
Sumber utama selenium adalah daging merah, hati dan makanan laut. Asupan harian yang direkomendasikan untuk pria dewasa adalah 70 mikrogram.
6. Zinc
Zinc atau seng adalah mineral yang sangat penting bagi kesuburan. Mineral ini terdapat pada lebih dari 200 enzim dan protein dan penting sekali bagi pria untuk membantu menjaga fungsi organ seksual dan produksi sperma. Kekurangan zinc menyebabkan penurunan hormon testosteron, penyusutan testis dan pengurangan produksi sperma yang sehat.
Kerang mengandung paling banyak zinc dibandingkan makanan lainnya. Namun berhati-hatilah bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya karena kerang dari teluk Jakarta dicurigai banyak tercemar logam berat seperti timbal dan cadmium. Alih-alih bertambah sehat, Anda justru bisa menjadi sakit karenanya. Zinc juga terdapat pada hati, daging sapi, kepiting,daging kambing, telur dan ayam. Jumlah asupan zinc yang disarankan adalah 15 mikrogram per hari.
7. Kalsium
Untuk mempersiapkan kehamilan, Anda perlu cadangan kalsium yang cukup. Kalsium juga meningkatkan pH tubuh Anda, yang menguntungkan bagi sperma dan telur yang sudah dibuahi serta sejumlah manfaat lain. Sumber kalsium yang terbaik adalah susu segar, sayuran hijau dan daging. Satu gelas susu segar mengandung sekitar 800 mg kalsium.
Kalsium pada makanan lebih mudah diserap tubuh. Namun, suplemen kalsium memberikan alternatif yang lebih praktis. Wanita yang ingin menambah kesuburannya harus mengkonsumsi 1000 mg kalsium sehari.

Senin, 25 Oktober 2010

Kelainan Rahim

*Ternyata, tak semua wanita punya rahim, lo. Di sisi lain, ada yang malah
punya dua rahim. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa pula kelainan rahim
lainnya? *

Kerapkali banyak keluhan muncul berkaitan dengan rahim. Misalnya, kok, haid
tak kunjung datang; kok, nyeri sewaktu sanggama; kok, terjadi banyak
perdarahan di masa dan di luar masa haid; serta bermacam keluhan lain.
Sebenarnya, ada apa, sih, dengan rahim tersebut?

Sebagaimana kita ketahui, rahim berguna untuk proses reproduksi, baik dalam
siklus haid, kehamilan, dan persalinan. "Pada keadaan tak hamil, rahim
terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan dubur.
Bentuknya diperkirakan seperti buah pir," terang *Agustinus Gatot, MD.* Saat
terjadi kehamilan, rahim sebagai tempat untuk menampung hasil konsepsi atau
pertemuan dari sperma dan ovum. "Seperti halnya inkubator yang membuat janin
menjadi besar," lanjutnya.

Lebih jauh diterangkan Gatot, rahim sebenarnya merupakan struktur otot yang
cukup kuat. Rahim terdiri dari 3 bagian, yaitu korpus uteri (badan rahim)
yang berbentuk segitiga, serviks uteri (leher rahim) yang berbentuk
silinder, dan kavum uteri (rongga rahim). "Saat terjadi kehamilan, bagian
badan rahimlah yang menjadi tempat utama janin untuk tumbuh dan berkembang."

Adapun besarnya rahim pada tiap wanita berbeda-beda, tergantung usia dan
sering-tidaknya melahirkan. Selain itu, tak semua wanita mempunyai rahim
yang normal. "Secara keseluruhan, kelainan rahim ada yang berupa kelainan
kongenital, kelainan letak rahim, serta tumor jinak dan keganasan," jelas
dokter dari RS Harapan Kita Jakarta ini.

KELAINAN KONGENITAL

Kelainan kongenital dinamakan juga kelainan bawaan atau sejak lahir,
disebabkan proses yang terjadi saat masih janin di kandungan. "Jadi,
pembentukkan rahim yang berasal dari duktus Mullery berlangsung tak sempurna
sehingga terjadilah gangguan pembentukan rahim," tutur Gatot.

Tapi, Bu, tak usah cemas karena kelainan ini tak membahayakan sehingga tak
perlu tindakan seperti pengangkatan rahim segala. Namun begitu, mau tak mau
harus diperbaiki bentuk rahimnya lewat operasi. Kalau tidak, bisa
menimbulkan masalah infertilitas, disamping dapat mengganggu kehamilan dan
persalinan semisal terjadi keguguran atau lahir prematur.

Sayangnya, kelainan ini agak sulit dideteksi secara dini karena sudah ada
sejak lahir. Baru dapat diduga atau diketahui bila ada gangguan haid, tak
muncul haid, sudah lama tak punya anak, pemeriksaan pranikah, atau
pemeriksaan antenatal dengan USG.

Adapun yang termasuk kategori kelainan ini, antara lain:

** Tak ada rahim. *
"Seharusnya setiap wanita mempunyai rahim," ujar Gatot. Tapi pada
kenyataannya, ada juga wanita yang tak punya rahim. Hal ini terjadi karena
rahimnya tak tumbuh *(agenesis) *, selain mungkin juga disebabkan ada
kelainan kromosom.

Salah satu ciri wanita yang tak punya rahim adalah tak mengalami haid. Tapi
bukan berarti wanita yang tak haid pasti tak punya rahim, lo. "Bisa saja itu
terjadi karena ia tak punya liang senggama atau ada gangguan hormonal
kewanitaan," kata Gatot.

Tentunya, wanita yang tak punya rahim jadi tak mengalami haid dan
selanjutnya tak bisa punya anak. Sayang, tak ada tindakan yang dapat
dilakukan untuk memperbaikinya. Yang pasti, kelainan jenis ini tak akan
membahayakan kehidupan si wanita karena efeknya terhadap tubuh juga tak
begitu tampak.

** Rahim kecil atau tak tumbuh. *
Kelainan rahim jenis ini terletak pada ukurannya yang kecil, kurang dari 5
cm. Biasanya disebabkan gangguan hormonal, yaitu kurangnya hormon
kewanitaan. "Jadi, ovariumnya tak memproduksi hormonal kewanitaan seperti
estrogen dan progesteron, sehingga rahim jadi tak berkembang," terang Gatot.

Biasanya kelainan ini ditemui pada masa akil baliq, namun baru bisa
diketahui setelah dilakukan pemeriksaan. Adapun gejalanya hampir sama dengan
gejala tak punya rahim, yaitu tak muncul haid. Atau, "bisa juga mengalami
haid namun sangat sedikit. Misalnya, hanya sehari dan hanya sekadar flek."

Pengobatan yang dilakukan ialah pemberian terapi hormonal agar rahim dapat
membesar pada ukuran normal sekitar 7 cm dan akan membesar jadi tempat janin
dalam proses kehamilan. Tentunya, jika tak dilakukan pengobatan, si wanita
sulit untuk hamil.

** Mempunyai dua rahim. *

Pada kelainan jenis ini seorang wanita mempunyai dua badan rahim yang
terpisah satu sama lain, dua leher rahim dan dua saluran vagina atau liang
senggama. Kelainan ini terjadi karena proses penyatuan rahimnya tak
sempurna. Namun gejala atau keluhannya tak diketahui, kecuali bila wanita
tersebut menikah. "Ia dan pasangannya akan mengalami gangguan dalam
penetrasi ketika melakukan senggama karena ada sekat pemisah di dalam
rahim," ungkap Gatot. Bila sekat tersebut tak dihilangkan akan timbul
infertilitas.

Kendati demikian, masih dimungkinkan untuk dapat hamil, "tergantung ke
saluran mana sperma masuknya dan rahim itulah yang akan berfungsi menjadi
tempat janin, sementara rahim yang satunya akan tetap kosong." Pada kelainan
ini, proses nidasi (menempelnya hasil pertemuan sperma dan sel telur di
rahim) tak terganggu bila keadaan endometriumnya normal.

Bila kehamilan terjadi pada salah satu rahim, proses persalinan dapat
berjalan seperti biasa. "Tapi, itupun tergantung dari besar bayinya dan bila
tak ada indikasi lain semisal gawat janin, partus tak maju, dan sebagainya.
Jika ada indikasi tersebut barulah dilakukan tindakan seksiosesaria," terang
Gatot.

Cara mengatasi kelainan ini dengan memperbaiki sekatnya lewat operasi,
memakai peralatan histeroskopi. Setelah dilakukan operasi, biasanya rahim
akan berfungsi secara normal. Namun begitu, kata Gatot, komplikasi bisa saja
terjadi pada saat operasi, yaitu ada perforasi atau tembusnya rahim saat
dilakukan operasi. "Tapi bila yang melakukan operasi adalah dokter
berpengalaman, komplikasi tersebut jarang terjadi."

Kelainan dengan dua rahim lainnya ialah uterus bokornis bikolis atau keadaan
dengan dua rahim dan dua leher rahim tapi satu liang senggama. Dengan
demikian, kelainan ini tak akan mengganggu proses nidasi maupun persalinan.

** Rahim berbentuk hati. *

Rahim pun ada, lo, yang berbentuk hati, yaitu bila ada satu rongga rahim dan
ada bagian dalam rahim yang menonjol sehingga menganggu proses nidasi hasil
konsepsi. Dengan demikian, wanita yang bersangkutan akan sulit hamil dan
juga menganggu proses persalinan. Untuk mengatasinya, bagian yang menonjol
harus dioperasi. Kelainan rahim ini jarang sekali ditemui dan terkadang
sulit dideteksi.

** Rahim bersekat. *
Kelainan ini dinamakan uterus subsepta dan bersepta, yaitu keadaan rahim
yang di dalamnya terdapat sekat. Kelainan ini dapat menganggu proses nidasi
sehingga perlu dilakukan tindakan koreksi dengan cara operasi.

** Rahim bertanduk. *
Pada kelainan ini, rahim mempunyai dua tanduk yang dinamakan juga uterus
bikornis unikolis. Rahim ini mempunyai satu leher rahim dan satu liang
senggama. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan proses nidasi, jadi perlu
dilakukan koreksi.

Nah, terang Gatot, pada masing-masing kelainan rahim di atas, gejalanya tak
spesifik dan kadang bahkan tak ada gejala yang dikeluhkan sama sekali.

KELAINAN LETAK RAHIM

Posisi atau letak rahim pada wanita, terang Gatot, sebenarnya tak selalu
sama. "Posisi ini pun sudah merupakan bawaan sejak lahir sehingga tak bisa
diubah." Adapun letak rahim yang normal berada di tengah rongga panggul dan
bagian teratas rahim mengarah ke depan. Jadi, bila arahnya tak demikian
dikatakan sebagai kelainan letak. Namun kelainan ini tak semuanya dapat
menyebabkan keluhan atau suatu penyakit maupun infertilitas.

Biasanya, kelainan ini disebabkan ada dorongan oleh massa tumor, perlekatan,
atau lemahnya jaringan ikat dan otot-otot penyangga rahim. Jadi, rahim akan
terdorong ke kanan atau ke kiri oleh adanya perlekatan atau dorongan massa
yang berlawanan.

Kelainan ini biasanya tak menimbulkan gejala, walaupun ada juga yang
mengeluh ngilu dan nyeri bila melakukan gerakan-gerakan tertentu. "Hal ini
dapat timbul bila ada regangan pada jaringan yang merekat di rahim.
Infertilitas juga dapat terjadi bila perlekatan menyebabkan tersumbatnya
saluran telur."

Kelainan yang berkaitan dengan letak rahim di antaranya adalah:

** Hyperretrofleksi (letak rahim ke belakang).*

Penyebabnya ialah dorongan, mobilisasi rahim yang labil, atau ada
perlekatan. Bila karena perlekatan, maka biasanya lebih dikarenakan adanya
infeksi. "Kelainan ini lebih sering terjadi pada ibu-ibu yang sudah punya
banyak anak atau sering melahirkan sehingga semua jaringan ikatnya jadi
lunak dan kendor," ungkap Gatot.

Keluhan yang kerap mewarnai kelainan ini adalah sulit buang air kecil dan
bila buang air besar sering nyeri/ngilu. Hal ini disebabkan mulut rahim
menekan saluran kencing. Selain itu, pada saat sanggama pun akan terasa
sakit.

Tentunya, pada kelainan ini pun akan ditemui hambatan, terutama dalam
pertemuan sperma dan sel telur. "Sperma sulit masuk ke dalam rongga rahim
sehingga menyebabkan infertilitas atau sulit hamil." Itulah mengapa, terang
Gatot, kepada pasangan yang bersangkutan dianjurkan melakukan sanggama
dengan cara *knee-chest position* (nungging) atau *post coital *(setelah
hubungan suami-isteri).

Bila terjadi hamil di atas trimester pertama, maka rahim akan ke posisi
normal, yaitu keluar dari panggul dan akan ke atas karena bayi semakin
membesar sehingga tak mungkin tinggal dalam panggul. Tentunya kehamilan
terjadi bila tak ada perlekatan. Jadi, bila ada perlekatan rahim, si wanita
tak bisa hamil karena hambatan dalam pertemuan sperma dan sel telur. Oleh
karena itu, harus dilakukan tindakan laparoskopi, yaitu melepaskan
pelekatannya dengan cara operasi.

** Perut gantung. *

Sebenarnya, terang Gatot,letak rahim yang makin bertambah ke depan atau
seperti menggantung adalah normal, bukan kelainan karena arah rahim memang
ke depan. Tapi karena jaringan ikat otot-otot perut sudah kendur dan tak
bisa menahan sehingga bila hamil cenderung lebih ke depan. Itulah mengapa
rahim demikian kerap ditemukan pada ibu-ibu yang sudah punya anak banyak.

Tapi, Bu, tak usah khawatir karena hal ini tak masalah. Cuma dianjurkan
memakai gurita, korset atau ikat perut yang agak ketat dan kencang untuk
menyokong perut dari bawah.

Yang perlu diketahui, pada rahim ke depan, partus akan menjadi lebih lama
dan kontraksinya kurang bagus sehingga perlu dilakukan akselerasi,
penambahan zat-zat penguat kontraksi. "Perlu-tidaknya dilakukan tindakan
seksiosesaria, tergantung besarnya bayi dan bisa-tidaknya melewati panggul,"
terang Gatot.

** Prolapsus uteri (rahim keluar atau menonjol di vagina). *

Kelainan ini terjadi karena kelemahan jaringan ikat pada daerah rongga
panggul, terutama jaringan ikat transversal. Sebab lain, pertolongan
persalinan yang tak terampil sehingga meneran terjadi pada saat pembukaan
belum lengkap, terjadi perlukaan jalan lahir yang dapat menyebabkan lemahnya
jaringan ikat penyangga vagina, serta ibu yang banyak anak sehingga jaringan
ikat di bawah panggul kendur. Menopause juga dapat menyebabkan turunnya
rahim karena produksi hormon estrogen berkurang sehingga elastisitas dari
jaringan ikat berkurang dan otot-otot panggul mengecil yang menyebabkan
melemahnya sokongan pada rahim.

Gejalanya sangat individu. Keluhan yang sering terjadi antara lain, perasaan
ada benda yang mengganjal atau menonjol di depan vagina sehingga sangat
mengganggu ketika berjalan atau bekerja. Kadang timbul luka pada rahim yang
menonjol tersebut dikarenakan gesekan celana dalam atau benda yang diduduki
dan dari luka tersebut bisa menimbulkan infeksi. Gejala lainnya, sering
timbul keputihan karena luka tersebut atau karena sumbatan pembuluh darah di
daerah mulut rahim, serta ada keluhan rasa sakit dan pegal di pinggang.
Keluhan rasa sakit ini akan hilang bila si wanita berbaring.

"Biasanya *prolapsus uteri* jarang timbul sendirian, tapi disertai dengan
turunnya vagina bagian depan yang disebut sistokel dan vagina bagian
belakang yang disebut retokel," jelas Gatot. Sistokel sering menimbulkan
gejala buang air kecil yang sedikit-sedikit dan sering. Kandung kencing
serasa penuh dan sulit dikosongkan seluruhnya, tak dapat menahan kencing
bila batuk atau mengejan, kadang terjadi kesulitan kencing sehingga kandung
kencing membesar. Sedangkan rektokel sering menyebabkan gangguan buang air
besar karena tinja berkumpul di ruang retokel.

Untuk mendiagnosis kelainan rahim jenis ini dilakukan dengan cara pasien
diminta jongkok sambil mengejan sehingga akan tampak benjolan di depan
vagina. Tapi sebenarnya, kelainan ini dapat dicegah, yaitu dengan pemandekan
waktu persalinan atau dilakukan episiotomi dan bantuan persalinan, misalnya
dengan forcep atau vakum sehingga waktu persalinan pun tak lama.

Sementara pengobatannya dengan latihan-latihan otot dasar panggul atau
operasi untuk menguatkan otot-otot dasar panggul sehingga tak keluar lagi.

"Jadi, rahim dinaikkan ke atas dan diikat dengan jaringan otot-otot di perut
atas. Jaringan otot yang kendur itu dipendekkan dan ditahankan ke rahim
sehingga rahim tak turun lagi." Cara lain ialah dilakukan tindakan
pengangkatan rahim dari vagina lewat operasi. Konsekuensinya tentu tak bisa
punya anak lagi. Lain halnya bila dilakukan operasi penguatan rahim,
kemungkinan tetap punya anak masih bisa.

** Inversio uteri (rahim terbalik ke bawah).*

Hal ini disebabkan pada waktu melahirkan tali pusatnya ditarik sementara
belum terjadi kontraksi sehingga rahim membalik. Gejala yang ditimbulkan
setelah melahirkan sangat mengkhawatirkan. Pasien menjadi *shock,* nyeri
yang sangat, dan terjadi perdarahan. Kejadian ini dapat menyebabkan pasien
meninggal karena kekurangan darah.

Penanganannya dengan dilakukan reposisi segera. Jadi, pada saat itu
dimasukkan lagi dengan anestesi atau bius umum sehingga kembali normal, lalu
diberi penguat kontraksi agar bisa bertahan di dalam rongga perut. "Bila
reposisi tak segera dilakukan dan gejala yang timbul tak berat akan
menyebabkan terjadi inversio menahun.," terang Gatot seraya melanjutkan,
"Bila terlambat, maka komplikasinya ialah perdarahan yang banyak sehingga
harus dioperasi dan pengangkatan rahim."

Pencegahannya dengan melakukan pertolongan persalinan, tunggu sampai rahim
berkontraksi, dan cegah anemia sehingga kontraksi uterus menjadi baik. Jadi,
Bu, bila mengalami banyak keluhan yang berkaitan dengan rahim, segera
konsultasikan ke dokter agar bisa ditangani secepatnya.

*Sumber : Tabloid Nakita*

Senin, 18 Oktober 2010

Erosi Serviks

Erosi serviks adalah hilangnya sebagian / seluruh permukaan epitel squamous dari serviks. Jaringan yang normal pada permukaan dan atau mulut serviks digantikan oleh jaringan yang mengalami inflamasi dari kanalis serviks. Jaringan endoserviks ini berwarna merah dan granuler, sehingga serviks akan tampak merah, erosi dan terinfeksi. Erosi serviks dapat menjadi tanda awal dari kanker serviks.

Erosi serviks dapat dibagi menjadi 3:

1. Erosi ringan : meliputi<=1/3 total area serviks

2. Erosi sedang : meliputi 1/3-2/3 total area serviks

3. Erosi berat : meliputi<=2/3 total area serviks

Penyebab erosi serviks :

1. Level estrogen : erosi serviks merupakan respons terhadap sirkulasi estrogen dalam tubuh

a. Dalam kehamilan : erosi serviks sangat umum ditemukan dalam kehamilan karena level estrogen yang tinggi. Erosi serviks dapat menyebabkan perdarahan minimal selama kehamilan, biasanya saat berhubungan seksual ketika penis menyentuh serviks. Erosi akan menghilang spontan 3-6 bulan setelah melahirkan.

b. Pada wanita yang mengkonsumsi pil KB : erosi serviks lebih umum terjadi pada wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan level estrogen yang tinggi.

c. Pada bayi baru lahir : erosi serviks ditemukan pada 1/3 dari bayi wanita dan akan menghilang pada masa anak-anak oleh karena respon maternal saat bayi berada di dalam rahim

d. Wanita yang menjalani Hormon Replacement Therapy (HRT): karena penggunaan estrogen pengganti dalam tubuh berupa pil, krim , dll.

2. Infeksi: teori bahwa infeksi menjadi penyebab erosi serviks mulai menghilang. Bukti-bukti menunjukkan bahwa infeksi tidak menyebabkan erosi, tapi kondisi erosi akan lebih mudah terserang bakteri dan jamur sehingga mudah terserang infeksi.


3. Penyebab lain : infeksi kronis di vagina, douche dan kontrasepsi kimia dapat mengubah level keasaman vagina dan sebabkan erosi serviks. Erosi serviks juga dapat disebabkan karena trauma (hubungan seksual, penggunaan tampon, benda asing di vagina, atau terkena speculum)


Gejala erosi serviks:


1. Mayoritas tanpa gejala

2. Perdarahan vagina abnormal (yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi) yang terjadi :

� Setelah berhubungan seksual (poscoital)

� Diantara siklus menstruasi

� Disertai keluarnya cairan mucus yang jernih / kekuningan, dapat berbau jika disertai infeksi vagina.

3. Saat pemeriksaan : dapat berdarah

4. Erosi serviks disebabkan oleh inflamasi, sehingga sekresi serviks meningkat secara signifikan, berbentuk mucus, mengandung banyak sel darah putih, sehingga ketika sperma melewati serviks akan mengurangi vitalitas sperma dan menyulitkan perjalanan sperma. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya infertilitas pada wanita.


                                  Gambar 1 : Serviks Normal

Gambar 2 : Serviks yang terkena Erosi






Minggu, 17 Oktober 2010

Daftar Vitamin Bagi Ibu Hamil


Tentu saja mengonsumsi vitamin selama masa kehamilan merupakan salah satu hal yang penting. Namun, tepatnya jenis vitamin apa saja yang harus dikonsumsi ibu hamil? Kita simak bersama yuk.
KapanLagi.com - Vitamin A

Vitamin A sangat membantu dalam perkembangan sel dan otak anak, namun vitamin tersebut juga memiliki kekurangan. Ada kaitan erat antara kelebihan vitamin A dengan potensi cacat lahir pada bayi. Jadi, ada baiknya Anda tidak makan terlalu banyak protein dan usahakan untuk selalu memeriksa nilai gizi makanan yang dikonsumsi.

Saran konsumsi: tak lebih dari 15.000 IU tiap hari.

Vitamin B6

Kurangnya vitamin B6 cenderung diasosiasikan dengan lambatnya perkembangan sistem saraf pada bayi. Belum lagi dampaknya pada ibu hamil, seperti morning sickness, preeklampsia (tingginya tekanan darah dan kandungan protein di urin, serta pembengkakan yang tak kunjung sembuh), dan komplikasi.

Saran konsumsi: 3 mg, 2 kali sehari.

Vitamin B9

Mengonsumsi B9 atau folat bisa mengurangi cacat lahir pada bayi, seperti urat saraf tulang belakang yang tidak lengkap. Bahan ini juga mampu mengurangi resiko kanker pada bayi untuk 6 tahun awal kehidupannya.

Saran konsumsi: sedikitnya 400 mcg untuk suplemen dan total 800 mcg jika termasuk makanan.

Kalsium

Bayi cukup bulan biasanya mengambil 30 gram kalsium dari ibunya. Untuk itu, ibu perlu mendapat asupan kalsium yang cukup agar tulangnya tetap kuat.

Saran konsumsi: 600 mg suplemen kalsium beserta 200 mg magnesium, masing-masing 2 kali sehari. Sebab kalsium tanpa magnesium akan menyebabkan sembelit, jadi pilih combo suplemennya dengan hati-hati. Ibu juga bisa makan makanan yang kaya kalsium 3-4 hidangan setiap hari.

Besi

Karena ibu mentransfer sekitar 1000 mg zat besi pada bayinya, maka tambahan asupan mineral satu ini jelas penting.

Saran konsumsi: 20 mg, 2 kali sehari.

DHA



Omega-3 DHA merupakan komponen utama untuk struktur otak ibu dan anak. Janin boleh dibilang cukup 'egois' saat menyerap asam Omega-3, jadi ibu bisa kehabisan stok jika tidak mengonsumsinya melalui makanan atau suplemen. DHA bisa membantu memperbaiki sel otak yang rusak akibat stres.

Saran konsumsi: minimum 200-300 mg dari ikan, makanan lain, atau suplemen tiap hari. Penelitian terbaru membuktikan bahwa 600-900 mg bahkan lebih baik.

Zinc

Rendahnya kadar zinc biasanya dihubungkan dengan meningkatnya resiko cacat lahir, kurangnya berat badan bayi, bahkan keguguran.

Saran konsumsi: 10 mg, 2 kali sehari.

Nutrisi lain:

B1 (thiamin): 25 mg
B2 (riboflavin): 25 mg
B3 (niacin): sedikitnya 30 mg
B5 (pantothenic acid): sedikitnya 30 mg
B12: 400 mcg, 2 kali sehari
Biotin: 300 mcg
C: 400 mg, 2 kali sehari (karena vitamin C mudah larut dalam air maka ibu harus mengonsumsi 2 kali sehari)
D: 600 IU, 2 kali sehari
E: 200 IU, 2 kali sehari
Magnesium: 200 mg, 2 kali sehari
Selenium: 100 mcg, 2 kali sehari




sumber : kapanlagi.com 

Prolaktin Tinggi, Susah Hamil?

SUDAH 5 bulan nih, tapi belum juga haid,” ujar Santi kepada Andi, suaminya. “Coba periksa ke dokter kenapa belum juga haid ?” jawab Andi. Hasil test pack maupun pemeriksaan dokter menyatakan negatif. Agaknya Santi masih penasaran, dia kembali kontrol ke dokter.

Dokter menyarankan untuk melakukan tes darah (LH, FSH, prolaktin) dan urin. Sedangkan, suami melakukan pemeriksaan analisa sperma. Meski hasil pemeriksaan semuanya bagus, tapi ternyata jumlah prolaktin >100. Apakah ini salah satu sebab hingga kini mereka belum dikaruniai anak?

Prolaktin Pengaruhi Ovulasi?

Normalnya setiap bulan sekali wanita mengalami masa ovulasi. Apabila dalam masa ovulasi, indung telur dibuahi oleh sperma maka terjadi kehamilan. Sebaliknya, bila tidak dibuahi akan terjadi perdarahan lucut dari rahim yang disebut haid atau menstruasi.
Proses ovulasi dipengaruhi oleh pengeluaran hormon estrogen dan progesteron yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis dan hipothalamus di otak.

“Bisa dibilang, kelenjar hipofisis, hipothalamus dan indung telur merupakan suatu poros yang saling berkaitan. GnRH selanjutnya merangsang kelenjar hipofisis memroduksi hormon FSH-LH, selanjutnya FSH dan LH merangsang indung telur (ovarium) untuk memroduksi hormon estrogen dan progesteron. Jika poros tersebut berjalan baik akan menyebabkan proses ovulasi atau siap untuk dibuahi,” tutur dr. Shinta Utami, SpOG saat ditemui di RS Mitra Keluarga, Depok.

Lantas kaitan prolaktin dengan proses ovulasi? “Secara tidak langsung hormon prolaktin ada kaitannya dengan proses ovulasi,” sambungnya.

Prolaktin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel-sel kelenjar hipofisis di otak. Bila kadar prolaktin tinggi akan menyebabkan reaksi umpan balik negatif yang membatasi produksi dua hormon yang punya peran penting dalam proses ovulasi yakni hormon GnRH dan FSH. Kedua hormon ini yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sel telur dalam ovarium. Bila kadar prolaktin dalam badan tinggi, ovulasi tidak akan terjadi dan menyebabkan susah hamil.

Mengapa demikian? “Prolaktin menyebabkan feedback negatif ke otak untuk men-stimulasi proses ovulasi. Bisa dibilang, dia menyebabkan feedback negatif ke kelenjar hipothalamus di otak sehingga proses ovulasi sulit terjadi. Itulah sebab wanita susah hamil,” jelas dr. Shinta.

Penyebabnya
Prolaktin juga bisa menyebabkan siklus haid terganggu. Bila Anda mengalami kesulitan untuk hamil bahkan pada saat yang sama memiliki masalah tidak haid, ada kemungkinan kadar prolaktin Anda dalam darah berlebihan atau dalam istilah medis disebut hyperprolactinaemia dengan gejala-gejala sebagai berikut:
•    90 persen mengeluarkan air susu dari payudara. Dalam istilah medis disebut galaktore.
•    Sakit kepala yang teramat sangat.
•    Gangguan penglihatan.
•    Siklus haid tidak teratur (tidak haid selama kurang lebih 3 bulan).
•    Sulit hamil

Penyebabnya macam-macam, bisa jadi Anda tidak pernah mengalami haid atau menstruasi dari awal masa reproduksi hingga kini atau sepanjang hidup Anda yang dalam istilah medis disebut amenorrhea primer. Atau amenorrhea sekunder dimana Anda pernah alami haid kemudian tidak bisa haid untuk kurun waktu yang lama.
Dan ternyata 20 persen penyebab hyperprolactinaemia adalah amenorrhea sekunder. Juga bisa disebabkan oleh faktor psikis atau stres yang berlebih, lalu orang-orang yang mengalami gangguan makan seperti anoreksi (tidak bisa makan sama sekali) dan bullimia (selalu memuntahkan makanan yang sudah masuk dalam mulut). Serta pengaruh obat-obatan (gangguan psikofarmaka), yakni orang-orang yang mendapat terapi obat fenotiazin untuk mengatasi stres yang dialaminya.

“Ternyata wanita-wanita dalam tahanan kadar prolaktinnya tinggi sangat rentan terhadap stres,” ungkap dr. Shinta.

Bahkan prolaktin tinggi bisa menyebabkan osteporosis. Kadar prolaktin yang tinggi menyebabkan kadar estrogen dan progesteron menjadi rendah maka terjadi pengeroposan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. Kadar prolaktin normal 5 - 25 nanogram per mililiter. Bila kadar prolaktin di atas 50 nanogram, harus diwaspadai. Ada kemungkinan kadar prolaktin berlebih yang disebabkan tumor di hipofisis yang disebut prolaktinoma.

Diagnosa
Untuk mengetahui kadar prolaktin dalam darah bisa dilakukan tes darah di laboratorium. Dokter juga mungkin menyarankan beberapa tes lagi seperti:
•    CT / MRI otak untuk melihat apakah terdapat tumor pada kelenjar hipofisis. Bila tumor tersebut membesar, dapat menekan saraf sehingga menyebabkan pusing, hingga gangguan penglihatan. Biasanya disertai pula dengan amenorrhea (tidak haid).
•    Ujian penglihatan: untuk memastikan Anda tidak mengalami komplikasi penglihatan.

Perawatan
Perawatan biasanya mengunakan obat-obatan seperti Bromocriptine untuk mengurangi tingkat prolaktin dalam darah. Bila prolaktin kembali normal, ovulasi akan terjadi dan haid akan datang dengan sendirinya. Walau bagaimanapun, jika ia terlalu tinggi dan disebabkan oleh tumor (prolaktinoma), dokter akan menyarankan operasi untuk membuang tumor tersebut.(Mom& Kiddie//ftr)

Stres Terbukti Mempersulit Kehamilan

Tidak salah jika ada anjuran untuk rileks agar cepat punya momongan. Perempuan yang gelisah di masa subur cenderung lebih sulit dibuahi dibandingkan perempuan yang tidak banyak pikiran.

Meski banyak yang meyakini dan telah membuktikannya, anjuran itu belum banyak dibuktikan secara ilmiah. Akibatnya tidak sedikit pula yang mulai mengabaikan karena menganggapnya sebagai mitos belaka.

Baru-baru ini peneliti dari Oxford University membuktikan adanya hubungan antara stres dengan peluang terjadinya pembuahan di masa subur. Pada perempuan yang banyak pikiran, peluang itu turun sebesar 12 persen.

Dikutip dari Dailymail, Kamis (12/8/2010), penelitian tersebut melibatkan 274 perempuan berusia 18-44 tahun yang sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan. Para partisipan tidak berhubungan seks maupun menjalani terapi kesuburan dalam 3 siklus menstruasi sebelumnya.

Berdasarkan pemeriksaan air ludah (saliva), peneliti menemukan bahwa perempuan yang pada masa subur memiliki kadar enzim alfa-amilase paling tinggi punya peluang 12 persen lebih kecil untuk dibuahi. Enzim tersebut merupakan indikator tingkat adrenalin, yang meningkat saat sedang mengalami kegelisahan.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Fertility and Sterility.

"Dalam beberapa kasus, peluang kehamilan bisa ditingkatkan dengan berbagai teknik relaksasi, konseling maupun pendekatan-pendekatan seperti yoga dan meditasi," ungkap Dr Cecilia Pyper yang terlibat dalam penelitian itu.

Terkait hal itu, Dr Pyper juga mengusulkan adanya penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah berbagai teknik relaksasi benar-benar efektif meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.





sumber : http://www.detikhealth.com/read/2010/08/12/101155/1418766/764/stres-terbukti-mempersulit-kehamilan
 

Aku Ingin Hamil Copyright © 2012 Best Celebrity Wallpaper -- Powered by Blogger