Selasa, 12 Oktober 2010
Temukan Rahasia Kesuburan Lewat Vitamin
Diposting oleh
Unknown
di
21.25
Mendapatkan keturunan tidak hanya tergantung dari rutinitas seksual belaka namun juga dipengaruhi dari faktor kesuburan. Beberapa studi menunjukkan bahwa minum vitamin dapat menyuburkan pasangan.
Salah Diet Ganggu Kesuburan
Diposting oleh
Unknown
di
21.18
Jika Anda menjaga pola makan dengan ketat, baik untuk menurunkan berat badan yang berlebih maupun mempertahankan berat badan ideal yang sudah dicapai, berhati-hatilah.. Jangan sampai hal ini justru membuat Anda kekurangan nutrisi, terutama zat besi. Karena penelitian menunjukkan adanya kaitan yang erat antara zat besi dan tingkat kesuburan.
Mengenal Zat Besi
Zat besi merupakan salah satu jenis trace mineral (mineral yang dibutuhkan oleh tubuh di dalam jumlah yang kecil, yaitu ≤ 100 mg/hari atau sejumlah ≤ 0.01 % dari berat badan). Zat besi merupakan komponen penyusun dari protein yang berperan penting di dalam proses transportasi oksigen ke sel-sel tubuh, yaitu hemoglobin dan mioglobin. Zat besi juga merupakan komponen penyusun dari beberapa enzim yang berperan di dalam produksi energi. Tidak hanya itu, zat besi juga ikut berperan di dalam sistem kekebalan tubuh.
Hati-hati Kekurangan Zat Besi
Secara umum, Angka Kecukupan Gizi (jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi-fungsi tubuh secara normal) dari zat besi untuk remaja dan wanita muda adalah 19-26 mg/hari. Kekurangan zat besi merupakan salah satu jenis kekurangan zat gizi yang paling banyak ditemukan di dunia, dan para wanita sangat rentan mengalami masalah ini. Hal ini berkaitan dengan hilangnya zat besi akibat pengeluaran darah pada saat menstruasi. Wah, kabar buruk untuk para wanita nih..
Belum lagi, para wanita sangat peduli terhadap penampilan dan bentuk tubuh. Untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal, banyak wanita yang mengatur pola makan untuk membatasi asupan kalorinya. Padahal, pengaturan pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, termasuk kekurangan zat besi. Dan, penelitian terbaru menunjukkan adanya kaitan yang erat antara zat besi dan kesuburan pada wanita.
Zat Besi dan Fertilitas
Hasil penelitian yang tercantum pada jurnal Obstetrics & Gynecology menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi zat besi dan tingkat kesuburan pada wanita. Ternyata, para wanita yang mengkonsumsi zat besi di dalam jumlah yang lebih tinggi memiliki tingkat resiko infertilitas yang lebih rendah. Konsumsi zat besi hingga 41 mg/hari (batas maksimum yang aman untuk dikonsumsi adalah 45 mg/hari) dapat menurunkan tingkat resiko infertilitas hingga 62 %. Sekedar catatan, masalah infertilitas yang diamati pada penelitian ini adalah masalah infertilitas yang berhubungan dengan proses ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur).
Hubungan antara konsumsi zat besi dan tingkat kesuburan pada wanita ini diyakini karena proses ovulasi membutuhkan nutrisi yang seimbang. Meskipun komposisi nutrisi yang dibutuhkan pada proses ovulasi belum diketahui secara tepat, namun penelitian ini menunjukkan bahwa zat besi merupakan salah satu nutrisi yang dibutukan.
Untuk mencegah hal ini, pastikan Anda tidak sembarangan mengatur pola makan pada program diet Anda. Pastikan juga Anda mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti daging ayam, daging sapi, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Jangan sampai bukan tubuh langsing ideal yang diperoleh, namun justru mengganggu kesuburan Anda...
KURUS MENGANGGU KESUBURAN (UNTUK WANITA)
Ingin bertubuh seramping peragawati? Sebaiknya pertimbangkan keinginan itu! Masalahnya, wanita menjalani diet rendah lemak ternyata berisiko mengalami gangguan kesuburan. Demikian pesan pakar kesuburan Amerika.
Profesor Rose Frisch, pengarang Female Fertility and the Body Fat Connection, mengatakan bahwa problem kesuburan akan dialami wanita superlangsing. Wanita memilih bentuk badan begini biasanya karena ingin meniru para model dan selebriti.
Sayangnya gangguan kesuburan tersebut sulit dikenali. Alasannya, wanita bertubuh superlangsing tersebut masih mengalami siklus menstruasi yang normal meskipun kesuburannya sudah terganggu.
“Sejumlah lemak sangat dibutuhkan untuk efektivitas kerja sistem reproduksi dan perkembangan seksual,” ungkapnya.
Kehamilan yang baik juga membutuhkan lebih dari 50 ribu kalori dibandingkan kebutuhan metabolik normal. Padahal, wanita yang ingin kurus biasanya hanya makan sedikit kalori.
Makanan yang sering dipilih adalah yoghurt dan pasta rendah lemak. Juga sejumlah minuman diet. Bila wanita tak mendapatkan kecukupan kalori, otak pun akan mengalami gangguan kemampuan reproduksi dengan menghambat hormon leptin secara bertahap.(JwP Me 02)
Tambahan: Kalori banyak terdapat pada: bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti, nasi, roti, jagung, ketela dan yang rasanya manis seperti gula, coklat. Sedangkan lemak berasal dari daging, susu, keju, telur, ikan dan lemak tumbuhan seperti santan, kacang-kacangan dan minyak goreng.
Salah kaprah: ternyata banyak model atau selebriti bertubuh langsing bukan karena diet atau mengurangi konsumsi kalori, mereka bertubuh kurus karena kurang istirahat, bekerja terlalu keras dan stress. Ternyata mereka tetap makan teratur dengan kalori yang cukup bahkan ada yang masih suka makan coklat.
Mitos Kehamilan
Diposting oleh
Unknown
di
21.11
Mitos: Bila denyut jantung bayi cepat, berarti bayinya perempuan Salah. Di dalam kandungan, sama sekali tak ada bedanya; antara perempuan dan lakilaki. Kecepatan denyut janin ditentukan oleh usia janin. Sekitar lima minggu kehamilan, denyut jantung janin mendekati denyut jantung ibu, dan akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan. Lalu akan ... menurun pada pertengahan kehamilan. Kondisi ini terjadi pada semua janin.
Mitos: Puting payudara berwarna gelap saat hamil, berarti bayi laki-laki. Salah. Perubahan warna puting susu sama sekali tak berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna tersebut disebabkan peningkatan progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama hamil. Warna itu akan memudar setelah melahirkan.
Mitos: Bila kandungan berat ke bawah berarti laki-laki, ke atas perempuan. Salah. Bila kandungan ke atas, berarti kehamilan pertama dan tubuh ibu masih bagus. Otot perut cenderung semakin elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila bkan kehamilan pertama, perut cenderung semakin turun.
Mitos: Minum air es membuat tubuh bayi besar sehingga akan sulit dilahirkan Salah. Air es tidak menyebabkan kesulitan lahir bayi. Unsur yang membuat janin membesar adalah gula atau sirup yang biasanya diminum bersama air es.
Mitos: Ingin melahirkan normal, jangan berlaku kasar pada hewan Salah. Hingga kini tak ada bukti medis tentang pantangan ini. Namun dalam kondisi apapun kita tidak disarankan bersikap kasar pada hewan, jika tidak dirugikan.
Mitos: Ibu hamil sering bermimpi Benar. Menurut para ahli, mimpi adalah perwujudan perasaan seseorang. Mimpi yang sering dialami oleh ibu hamil biasanya perwujudan dari rasa penasaran karena ia proses persalinan dan wujud bayinya kelak... See More
Mitos: Janin akan tumbuh lebih besar dan sehat jika ibu makan banyak Salah. Hal penting saat hamil, adalah ibu makan secukupnya, dan tidak terlalu gemuk. Kegemukan saat hamil, rentan menyebabkan diabetes gestational (diabetes selama kehamilan), dan proses persalinan yang sulit.
Mitos: Minum air kelapa akan menghaluskan kulit bayi. Sedangkan jika sering mengonsumsi kedelai maka kulit bayi akan putih. Salah. Kulit bayi yang putih serta halus tergantung faktor genetis. Bila tak ada anggota keluarga yang berkulit putih, maka mustahil bayi akan berkulit putih.
Mitos: Minum rebusan air kacang hijau membuat rambut bayi tebal Salah. Kondisi rambut serta jenis rambut ditentukan olef faktor genetik, jadi tak ada hubungannya dengan air rebusan kacang hijau
Mitos: Menyematkan benda tajam pada baju atau bangle (semacam jahe) akan melindungi janin dari 'gangguan' supranatural Salah. Satu-satunya gangguan yang bisa menyerang si kecil saat masih dalam perut adalah gangguan kesehatan. Ibu hamil disarankan banyak berdoa dan hidup sehat agar bayi yang akan dilahirkan selalu dalam kondisi baik dan sehat....
KEHAMILAN DAN MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT
Diposting oleh
Unknown
di
21.08
KEHAMILAN
Lama kehamilan rata-rata terhitung mulai hari pertama menstruasi terakhir untuk wanita yang sehat kurang lebih 280 hari atau 40 minggu. Sudah menjadi hal yang lazim untuk membagi kehamilan dalam tiga bagian yang sama atau trimester atau masing- masing 13 minggu atau 3 bulan kalender (Pritchard, 1991 ).
Dalam kehamilan terjadi perubahan-perubahan fisiologis di dalam tubuli, seperti perubahan sistem kardiovaskular, hematologi, respirasi dan endokrin. Kadang-kadang disertai dengan perubahan sikap, keadaan jiwa ataupun tingkah laku (Salim, 1980; Scully dan Cawson, 1993; Sonis dkk, 1995).
Pada trimester pertama, wanita hamil biasanya merasa lesu, mual dan kadang- kadang mengalami muntah-muntah (Burket,1971; Adyatmaka,1992).
Selama trimester kedua pembesaran perut mulai terlihat dari gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu.
Rasa lesu,mual dan muntah-muntah biasanya menghilang. Akhir trimester ini detak jantung janin dapat didengar dengan menggunakan stetoskop (Burket, 1971). Selain itu, pada trimester ini merupakan saat terjadinya perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi rongga mulut (Adyatmaka,1992). Pada trimester ketiga, pembesaran perut, pergerakan janin dan detak jantung janin menjadi lebih jelas (Burket, 1971).
Perubahan vaskular pada masa kehamilan ditandai dengan meningkatnya volume darah sekitar 30% dan kardiac output sekitar 20 -40%. Terjadi sedikit penurunan tekanan darah dengan kemungkinan terjadinya kehilangan kesadaran dan postural hipotension pada trimester pertama (Scully dan Cawson,1993; Sonis dkk,1995). Pada akhir kehamilan 1.0% wanita hamil mengalami syndrom supine hypotension yang diakibatkan karena janin menekan vena cava inferior dan terhalangnya venous return ke jantung pada waktu posisi terlentang. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah dan kehilangan kesadaran (Scully dan Cawson,1993; Sallis dkk, 1995).
Perkembangan janin selama tiga bulan pertama dari kehamilan merupakan suatu proses yang kompleks dari organogenesis. Pada masa ini semua sistem utama organ terbentuk dan janin sangat sensitif terhadap injuri. Pada trimester ini pemberian obat dan , radiograph harus dipertimbangkan dan sebaiknya konsultasi ke dokter ahli untuk menghindari terjadinya kecacatan (Scully dan Cawson,1993; Sonis dkk,1995;Salim, 1980). Trimester kedua dan ketiga adalah untuk pertumbuhan selanjutnya dan kematangan janin (Scully dan Cawson,1993; Sallis dkk,1995), tetapi masih dapat dipengaruhi oleh obat-obatan seperti tetrasiklin (Lynch, 1984).
MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT
Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh dan termasuk juga di rongga mulut. Hal ini terutama terlihat pada gingiva. Perubahan ini dipengaruhi oleh perubahan pada sistem hormonal dan vaskular bersamaan dengan faktor iritasi lokal dalam rongga mulut (Burket, 1971 :Barber dan Graber, 1974; Sallis dkk,1995).
1. Gingivitis kehamilan (pregnancy gingivitis).
Istilah gingivitis kehamilan dibuat untuk menggambarkan keadaan klinis peradangan gingiva yang terjadi pada kebanyakan wanita hamil (Lynch,.l984). Keadaan ini terjadi kira-kira 5 -25 % dari wanita hamil (Barber dari Graber,1974). Perubahan gingiva ini biasanya mulai terlihat sejak bulan kedua dari kehamilan dan mencapai puncaknya pada bulan kedelapan (Barber dan Graber,1974; Pin borg, 1994; Scully dan Cawson, 1995). Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya hormon sex wanita dan vaskularisasi gingiva sehingga memberikan respon yang berlebihan terhadap faktor iritasi lokal (Barber dan Graber,1974; Lynch,1984; Sallis dkk,1995). Dalam hal ini faktor iritasi lokal dapat berupa rangsangan lunak, yaitu plak bakteri dan sisa-sisa makanan, maupun berupa rangsang keras seperti kalkulus, tepi restorasi yang tidak baik, gigi palsu dan permukaan akar yang kasar (Mustaqimah,1988). Hal ini menunjukkan bahwa kehamilan bukanlah menjadi penyebab langsung dari Tingivitas kehamilan, tetapi juga tergantung pada tingkat kebiasaan kebersihan mulut pasien (Burket, 1971; Barber dall Graber, 1974; Sonis dkk,1995).
Kenaikan jumlah estrogen dan progesteron pada masa kehamilan mempengaruhi rongga mulut (gingiva) yang secara mikroskopis terlihat adanya peningkatan proliferasi kapiler, dilatasi pembuluh darah, kenaikan permiabilitas vaskular, edema, infiltrasi , lekosit, degenerasi jaringan ikat sekitar serta proliferaso dan degenerasi sel-sel epitelitum(Mustaqimall, 1988).
Secara klinis, gingivitis kehamilan ditandai dengan warna merah pada tepi gingiva dan papilla interdental. Pada waktu yang sama, ginggiva membesar, disertai pembengkakan yang terutama memyerang papilla interdental . Gingiva memperlihatkan kecenderungan yang meningkat terhadap pendarahan terutama pada saat menyikat gigi. Kadang-kadang penderita mengalami sedikit rasa sakit (Adyannaka,1992; Pinborg,1994; Scully dan Cawson,1995; Sallis dkk,1995).
2. Tumor kehamilan (pregnancy tumor).
Kehamilan dapat pula menimbulkan suatu pembentukan pertumbuhan pada gingiva yang seperti tumor. Istilah yang digunakan untuk keadaan ini adalah pregnancy tumor atau tumor kehamilan, epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan (Barber dan Graber,1974; Pinborg,1994; Sonis dkk,1995).
Tumor kehamilan biasanya berkembang di sekitar daerah papilla interdental dan pada daerah-daerah yang terdapat iritasi lokal, seperti tepi restorasi yang tidak baik, tepi dari gigi yang mengalami karies atau pada paket periodontal (Burket,] 971; Barber dan Graber, 1974). Tampilan klinis terlihat warna gingiva merah keunguan sampai merah kebiruan (Killey dkk,1975; Adyatmaka,1992; Pinborg,1994). Lesi ini lebih sering terjadi pada rahang atas terutama disisi vestibtuar pada daerah anterior (Pinborg,1994) dan dapat membesar sampai menutupi mahkota gigi (Barber dan Graber,1974; Adyatmaka,1992). Tumor kehamilan mudah berdarah terutama apabila terkena injuri (Barber dan Graber, 1974).
3. Karies Gigi
Kehamilan tidaklah langsung menyebabkan karies gigi. Meningkatnya karies gigi atau menjadi lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada rnasa kehamilan lebih disebabkan karena perubahan lingkungan di sekitar gigi dan kebersihan mulut yang kurang (Burket, 1971 ; Forest, 1995).
Faktor-faktor yang dapat mendukung lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada wanita hamil seperti pH saliva wanita hamil lebih asam jika dibandingkan dengan yang tidak hamil (Burket, 1971). Kemudian waktu hamil biasanya sering memakan-makanan kecil yang banyak mengandung gula (Forest,1995). Adanya rasa mual dan muntah membuat wanita hamil malas memelihara kebersihan rongga mulutnya, akibatnya serangan asam pada plak yang dipercepat dengan adanya asam dari mulut karena mual atau muntah tadi dapat mempercepat proses terjadinya karies gigi (Forest,1995).
Lama kehamilan rata-rata terhitung mulai hari pertama menstruasi terakhir untuk wanita yang sehat kurang lebih 280 hari atau 40 minggu. Sudah menjadi hal yang lazim untuk membagi kehamilan dalam tiga bagian yang sama atau trimester atau masing- masing 13 minggu atau 3 bulan kalender (Pritchard, 1991 ).
Dalam kehamilan terjadi perubahan-perubahan fisiologis di dalam tubuli, seperti perubahan sistem kardiovaskular, hematologi, respirasi dan endokrin. Kadang-kadang disertai dengan perubahan sikap, keadaan jiwa ataupun tingkah laku (Salim, 1980; Scully dan Cawson, 1993; Sonis dkk, 1995).
Pada trimester pertama, wanita hamil biasanya merasa lesu, mual dan kadang- kadang mengalami muntah-muntah (Burket,1971; Adyatmaka,1992).
Selama trimester kedua pembesaran perut mulai terlihat dari gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu.
Rasa lesu,mual dan muntah-muntah biasanya menghilang. Akhir trimester ini detak jantung janin dapat didengar dengan menggunakan stetoskop (Burket, 1971). Selain itu, pada trimester ini merupakan saat terjadinya perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi rongga mulut (Adyatmaka,1992). Pada trimester ketiga, pembesaran perut, pergerakan janin dan detak jantung janin menjadi lebih jelas (Burket, 1971).
Perubahan vaskular pada masa kehamilan ditandai dengan meningkatnya volume darah sekitar 30% dan kardiac output sekitar 20 -40%. Terjadi sedikit penurunan tekanan darah dengan kemungkinan terjadinya kehilangan kesadaran dan postural hipotension pada trimester pertama (Scully dan Cawson,1993; Sonis dkk,1995). Pada akhir kehamilan 1.0% wanita hamil mengalami syndrom supine hypotension yang diakibatkan karena janin menekan vena cava inferior dan terhalangnya venous return ke jantung pada waktu posisi terlentang. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah dan kehilangan kesadaran (Scully dan Cawson,1993; Sallis dkk, 1995).
Perkembangan janin selama tiga bulan pertama dari kehamilan merupakan suatu proses yang kompleks dari organogenesis. Pada masa ini semua sistem utama organ terbentuk dan janin sangat sensitif terhadap injuri. Pada trimester ini pemberian obat dan , radiograph harus dipertimbangkan dan sebaiknya konsultasi ke dokter ahli untuk menghindari terjadinya kecacatan (Scully dan Cawson,1993; Sonis dkk,1995;Salim, 1980). Trimester kedua dan ketiga adalah untuk pertumbuhan selanjutnya dan kematangan janin (Scully dan Cawson,1993; Sallis dkk,1995), tetapi masih dapat dipengaruhi oleh obat-obatan seperti tetrasiklin (Lynch, 1984).
MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT
Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh dan termasuk juga di rongga mulut. Hal ini terutama terlihat pada gingiva. Perubahan ini dipengaruhi oleh perubahan pada sistem hormonal dan vaskular bersamaan dengan faktor iritasi lokal dalam rongga mulut (Burket, 1971 :Barber dan Graber, 1974; Sallis dkk,1995).
1. Gingivitis kehamilan (pregnancy gingivitis).
Istilah gingivitis kehamilan dibuat untuk menggambarkan keadaan klinis peradangan gingiva yang terjadi pada kebanyakan wanita hamil (Lynch,.l984). Keadaan ini terjadi kira-kira 5 -25 % dari wanita hamil (Barber dari Graber,1974). Perubahan gingiva ini biasanya mulai terlihat sejak bulan kedua dari kehamilan dan mencapai puncaknya pada bulan kedelapan (Barber dan Graber,1974; Pin borg, 1994; Scully dan Cawson, 1995). Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya hormon sex wanita dan vaskularisasi gingiva sehingga memberikan respon yang berlebihan terhadap faktor iritasi lokal (Barber dan Graber,1974; Lynch,1984; Sallis dkk,1995). Dalam hal ini faktor iritasi lokal dapat berupa rangsangan lunak, yaitu plak bakteri dan sisa-sisa makanan, maupun berupa rangsang keras seperti kalkulus, tepi restorasi yang tidak baik, gigi palsu dan permukaan akar yang kasar (Mustaqimah,1988). Hal ini menunjukkan bahwa kehamilan bukanlah menjadi penyebab langsung dari Tingivitas kehamilan, tetapi juga tergantung pada tingkat kebiasaan kebersihan mulut pasien (Burket, 1971; Barber dall Graber, 1974; Sonis dkk,1995).
Kenaikan jumlah estrogen dan progesteron pada masa kehamilan mempengaruhi rongga mulut (gingiva) yang secara mikroskopis terlihat adanya peningkatan proliferasi kapiler, dilatasi pembuluh darah, kenaikan permiabilitas vaskular, edema, infiltrasi , lekosit, degenerasi jaringan ikat sekitar serta proliferaso dan degenerasi sel-sel epitelitum(Mustaqimall, 1988).
Secara klinis, gingivitis kehamilan ditandai dengan warna merah pada tepi gingiva dan papilla interdental. Pada waktu yang sama, ginggiva membesar, disertai pembengkakan yang terutama memyerang papilla interdental . Gingiva memperlihatkan kecenderungan yang meningkat terhadap pendarahan terutama pada saat menyikat gigi. Kadang-kadang penderita mengalami sedikit rasa sakit (Adyannaka,1992; Pinborg,1994; Scully dan Cawson,1995; Sallis dkk,1995).
2. Tumor kehamilan (pregnancy tumor).
Kehamilan dapat pula menimbulkan suatu pembentukan pertumbuhan pada gingiva yang seperti tumor. Istilah yang digunakan untuk keadaan ini adalah pregnancy tumor atau tumor kehamilan, epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan (Barber dan Graber,1974; Pinborg,1994; Sonis dkk,1995).
Tumor kehamilan biasanya berkembang di sekitar daerah papilla interdental dan pada daerah-daerah yang terdapat iritasi lokal, seperti tepi restorasi yang tidak baik, tepi dari gigi yang mengalami karies atau pada paket periodontal (Burket,] 971; Barber dan Graber, 1974). Tampilan klinis terlihat warna gingiva merah keunguan sampai merah kebiruan (Killey dkk,1975; Adyatmaka,1992; Pinborg,1994). Lesi ini lebih sering terjadi pada rahang atas terutama disisi vestibtuar pada daerah anterior (Pinborg,1994) dan dapat membesar sampai menutupi mahkota gigi (Barber dan Graber,1974; Adyatmaka,1992). Tumor kehamilan mudah berdarah terutama apabila terkena injuri (Barber dan Graber, 1974).
3. Karies Gigi
Kehamilan tidaklah langsung menyebabkan karies gigi. Meningkatnya karies gigi atau menjadi lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada rnasa kehamilan lebih disebabkan karena perubahan lingkungan di sekitar gigi dan kebersihan mulut yang kurang (Burket, 1971 ; Forest, 1995).
Faktor-faktor yang dapat mendukung lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada wanita hamil seperti pH saliva wanita hamil lebih asam jika dibandingkan dengan yang tidak hamil (Burket, 1971). Kemudian waktu hamil biasanya sering memakan-makanan kecil yang banyak mengandung gula (Forest,1995). Adanya rasa mual dan muntah membuat wanita hamil malas memelihara kebersihan rongga mulutnya, akibatnya serangan asam pada plak yang dipercepat dengan adanya asam dari mulut karena mual atau muntah tadi dapat mempercepat proses terjadinya karies gigi (Forest,1995).
Sumber : http://rumahkusorgaku.multiply.com/journal/item/16
Tanda - Tanda Kehamilan
Diposting oleh
Unknown
di
21.03
Ada banyak tanda-tanda kehamilan. Berikut beberapa tanda yang menunjukkan kemungkinan Anda hamil:
1. Haid tak datang.
Ini pertanda awal kehamilan, apalagi jika haid terbiasa teratur. Dikombinasikan dengan tanda-tanda positif yang lain, kemungkinan besar Anda memang hamil.
2. Muncul flek dan kram
Saat anda hamil, biasanya ditandai dengan munculnya flek pink di celana dalam yang terjadi saat implantasi (manakala embrio menempel di dinding uterus. Hal ini terjadi sekitar 8-10 hari menyusul ovulasi, sedikit lebih awal dibanding datangnya waktu haid). Kadang kita salah mengartikannya sebagai haid, hanya waktunya lebih pendek ketimbang menstruasi normal. Kram juga umum terjadi di awal kehamilan.
3. Mual dan muntah
Jika Anda hamil, pada awal kehamilan, beberapa hari setelah pembuahan, mungkin akan mengalami morning sickness. Sebenarnya morning sickness ini nama yang salah, karena pada kenyataannya mual dan muntah bisa terjadi kapan saja: pagi, siang, malam.
Biasanya, kedua tanda ini mulai terasa pada usia kehamilan 2-8 minggu setelah pembuahan. Lalu, berhenti begitu Anda memasuki bulan ke-4.Sebenarnya, mual dan muntah timbul karena terjadinya perubahan berbagai hormon dalam tubuh pada awal kehamilan. Meski begitu, kondisinya pada setiap ibu hamil tidak sama. Ada yang ringan, namun ada pula yang berat. Bahkan, bisa muntah-muntah berat (hiperemesis gravidarum)
4. Lelah berlebihan
Jika anda hamil, gejala yang paling umum dalam delapan hingga sepuluh minggu pertama adalah rasa lelah. Saat hamil, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang signifikan. Seluruh tubuh Anda perlu melakukan penyesuaian terhadap proses baru bertumbuhnya janin. bagi sebagian besar wanita, kelelahan akan pergi saat usia kehamilan 12 minggu.
5. Puting/payudara lebih lembut
Jika Anda hamil, Anda akan mengenali bahwa payudara dan putingnya menjadi lebih lembut sekitar tiga pekan setelah pembuahan (saat haid terlambat sekitar seminggu). Mungkin payudara terasa bengkak, serupa dengan saat menjelang haid.
6. Penggelapan areola
Pada kehamilan awal, Anda mungkin mengenali daerah areola (daerah gelap yang mengelilingi puting payudara) mulai menjadi lebih gelap dan diameternya membesar setelah 10 - 14 minggu kehamilan. Diyakini bahwa bertambah gelapnya warna areola membantu bayi yang baru lahir menemukan puting untuk menyusu. Anda mungkin juga akan mengenali bahwa vena di payudara menjadi lebih kelihatan karena penegangan payudara.
7. Sembelit
Buang air besar (BAB) menjadi sulit dan tidak lancar? Ini lazim terjadi pada awal kehamilan. Hormon tambahan yang diproduksi pada masa kehamilan menyebabkan usus halus lebih lentur dan menjadi kurang efisien.
8. Naiknya temperatur basal tubuh
jika hamil maka suhu basal tubuh meningkat, saat masa haid yang harusnya datang terlewat. dan tidak turun ke level sebelum terjadi ovulasi. Saat terjadinya pembuahan, ovum dibuahi di tuba falopii, dan membutuhkan sekitar seminggu untuk ke rahim, dimana ovum terbuahi akan menempel di sana.
9. Sering buang air kecil
“Kebiasaan” baru ini sering timbul pada bulan-bulan pertama kehamilan. Ini terjadi karena rahim yang mulai membesar itu menekan kandung kemih. Umumnya, ini mulai terasa sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan.
Begitu rahim keluar dari rongga panggul, keluhan ini akan berkurang. Namun, Anda akan mulai sering-sering buang air kecil lagi pada trimester terakhir karena janin mulai masuk rongga panggul.
10. Membesarnya payudara
Meningkatnya hormon kehamilan, yakni estrogen dan progesteron, memang dapat mempengaruhi perkembangan kelenjar susu. Jangan heran, kalau payudara Anda terlihat agak membengkak atau terasa lebih lembut dari biasanya. Ini bisa terjadi beberapa hari setelah pembuahan.
Puting susu dan areola (daerah sekitar puting susu) juga akan berwarna lebih gelap. Biasanya, ini terjadi sekitar 3 minggu sesudah pembuahan.
11. Melunaknya rahim dan leher rahim
Biasanya, terjadi sekitar usia kehamilan 2-8 minggu.
12. Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.
13. Vaginal Discharge /Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
Hal ini termasuk normal. Namun sebaiknya terus dilakukan observasi jika terjadi perubahan warna , bau dan terjadi gatal2 atau rasa "burning".
14. Insomnia
Beberapa kasus, biasanya ibu hamil mengalami sulit tidur.
15. Rahim dan perut membesar
Umumnya, dimulai pada usia kehamilan 8-12 minggu.
16. Terdapat kelainan di gigi dan rongga mulut.
Terdapat beberapa tanda khas kehamilan pada gigi dan rongga mulut.
17. Flu/batuk/hidung berdarah/pusing2/migraen
Jangan terburu untuk menelan obat. Lakukan treatmen secara alami terlebih dahulu. Bisa jadi pula hal tersebut terjadi karena turunnya daya tahan tubuh saat hamil.
18. Tes kehamilan
merupakan tes "pasti" kehamilan jika "positif" , antara lain:
- home pregnancy test misalnya berupa tes pack yang dilakukan di rumah
- pemeriksaan USG
- office pregnancy test
- pregnancy blood test
- internal exam.
Sebenarnya, semua tes kehamilan bekerja untuk melacak hormon khas kehamilan, yakni human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini hanya bisa ditemukan dalam darah atau urin ibu hamil. Saat hamil, akan terjadi peningkatan hormon hCG dalam tubuh. Dan, peningkatan hormon ini tidak sama pada setiap orang. Umumnya, hormon ini mulai meningkat kira-kira seminggu setelah ovulasi. Meski begitu, sebaiknya tes kehamilan dilakukan bila haid terlambat selama 2 minggu.
Kapan Masa Subur Anda ?
Diposting oleh
Unknown
di
21.01
Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.
Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:
Perubahan suhu basal tubuh
Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks)
Perubahan pada serviks
Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender)
Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.
INDIKATOR PERTAMA - PERUBAHAN SUHU
Penurunan suhu menunjukkan adanya ovulasi.
Pembacaan suhu tidak dapat menentukan dimulainya masa subur, sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.
Cara untuk menggunakan indikator pertama ini adalah:
Suhu diukur segera setelah bangun tidur sebelum bangkit dari tempat tidur dan melakukan aktivitas lainnya serta dilakukan lebih kurang pada waktu yang sama.
Waktu pengukuran yang bervariasi lebih dari 1 jam, harus dicatat.
Suhu diukur lewat mulut, vagina, atau anus.
a. Mulut. Ujung perak termometer diletakkan di bawah lidah dengan bibir tertutup selama lebih kurang 5 menit.
b. Vagina. Termometer dimasukkan ke vagina secara perlahan. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.
c. Anus. Dengan menggunakan jelly atau vaselin yang dioleskan di ujung termometer, termometer dimasukkan ke anus dengan perlahan, dengan posisi berbaring pada salah satu sisi dan lutut ditarik ke atas. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.
Untuk akurasi, bila salah satu metode telah dipilih untuk digunakan, maka sebaiknya tidak diganti sampai dengan siklus berikutnya.
Grafik dibuat dengan menggambarkan hasil pembacaan suhu dengan sebuah titik pada lokasi yang sesuai. Titik-titik ini kemudian dihubungkan untuk membentuk sebuah grafik. Jika terjadi kelupaan pengukuran, titik-titik tersebut tidak boleh disambung.
a. Termometer manual – jika air raksa berhenti di antara dua angka, angka yang terendah yang dicatat.
b. Termometer digital – hanya mencatat satu angka desimal
Termometer sebaiknya dibersihkan dengan kapas dan air dingin.
Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.
Segala sesuatu yang tidak biasa seperti demam, tidur larut, kondisi sedang stress sebaiknya dicatat.
Sebaiknya memiliki dua buah termometer, untuk mengantisipasi bila termometernya pecah.
INDIKATOR KEDUA - PERUBAHAN LENDIR SERVIKS
Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva (alat kelamin luar) dan dicatat setiap hari. Perubahan lendir dapat juga diamati pada serviks dimana lendir tersebut akan muncul sehari sebelum muncul di vulva. Perubahan ini mungkin dikaburkan dengan adanya cairan sperma, spermisida atau infeksi vagina. Lendir serviks ini dapat dikenali dengan rasa/sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.
Sensasi
Sensasi sangat penting dan sering merupakan hal tersulit untuk dipelajari. Ada atau tidaknya lendir dikenali dengan sensasi pada vulva. Sensasi mungkin merupakan rasa yang jelas tentang kering, lembab, lengket, basah, licin, atau lubrikasi
Penampakan
Kertas tisu putih dan lembut diusapkan pada vulva. Tisu akan basah dan bila ada lendir serviks, lendir akan terlihat menggumpal pada tisu. Warna lendir dicatat, mungkin berwarna putih, krem, buram, atau transparan. Lendir sering terlihat pula pada celana dalam, dalam kondisi kering sehingga karakteristiknya telah berubah
Tes Jari
Tes ini dapat dilakukan pada lendir yang terdapat di atas tisu dengan cara mengambil lendir tersebut dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Dengan perlahan, jari telunjuk ditarik, untuk melihat elastisitas lendir. Lendir mungkin elastis, atau mudah pecah, atau lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal dengan nama efek Spin dan menunjukkan bahwa lendir subur.
Perubahan lendir serviks selama siklus mentruasi
Fase tidak subur sebelum ovulasi
Setelah menstruasi, dalam beberapa hari vulva dalam kondisi kering. Fase ini mungkin tidak ada bila siklusnya pendek dan akan panjang bila siklusnya panjang. Sensasi kering di vulva dan biasanya tidak ditemukan lendir.
Fase subur
Ketika esterogen meningkat, lendir serviks dapat dirasakan pada vulva. Pada mulanya akan memberikan sensasi lembab dan akan terdapat sejumlah kecil lendir yang berwarna putih atau krem. Pada tes dengan jari, lendir cenderung mempertahankan bentuk dan mudah pecah.
Pada fase transisi, jumlah lendir meningkat dan lendir dengan warna seperti awan dapat dilihat. Elastisitas rendah dan menimbulkan sensasi basah.
Pada saat mendekati ovulasi, lendir makin banyak dan mungkin jumlahnya bisa 10 kali lipat. Ini memberikan sensasi licin pada vulva. Penampakan seperti putih telur yang mentah, tipis, berair, dan transparan. Pada tes dengan jari, lendir yang sangat subur ini dapat ditarik sampai beberapa cm sebelum pecah.
Lendir yang subur menjaga kehidupan sperma, memberinya makan dan membiarkannya melalui serviks. Pada lendir ini, sperma dapat hidup sampai dengan 3 hari, bahkan pada kasus yang jarang dapat hidup sampai dengan 5 hari atau lebih.
Hari puncak
Hari puncak menunjukkan hari terakhir dimana lendir yang elastis, transparan terlihat atau dirasakan.
Fase tidak subur setelah ovulasi
Selama fase setelah ovulasi, setelah hari puncak, sensasi licin menghilang dan secara tiba-tiba kembali ke kering lagi.
INDIKATOR KETIGA - PERUBAHAN PADA SERVIKS
Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat berguna bagi yang mempunyai siklus panjang, selama menyusui atau pada masa sebelum menopause. Perubahan pertama pada serviks sering terjadi satu atau dua hari sebelum perubahan pada lendir serviks dan dapat memberikan tanda awal sebelum masa subur. Pada umumnya memerlukan waktu dua atau tiga siklus agar dapat secara akurat mengenali perubahan panjang, posisi, konsistens, dan terbukanya serviks.
Perubahan pada serviks sebagai berikut:
1. selama fase tidak subur sebelum ovulasi, serviks terletak rendah dalam vagina dan mudah dicapai oleh ujung jari.
• Serviks panjang, miring, dan menempel pada dinding vaina.
• Terasa kaku, seperti ujung hidung.
• Mulut serviks tertutup, memberikan sensasi seperti lesung pipi ketika disentuh, dan terasa kering
2. Selama masa subur, serviks naik ke atas dalam vagina.
• Serviks memendek, lurus, dan terletak di tengah vagina.
• Sulit disentuh. Jika teraba terasa lembu seperti meraba bibir bawah.
• Mulut serviks terbuka, sehingga dapat masuk ujung jari.
• Terasa basah dan terdapat lendir.
3. Fase tidak subur setelah ovulasi, serviks akan kembali ke kondisi tidak subur dalam waktu 24– 48 jam
Memeriksa Serviks Sendiri
Perubahan serviks dapat dirasakan oleh ujung jari. Sentuhan yang lembut diperlukan untuk mengenali perubahan serviks dari hari ke hari. Serviks sebaiknya diperiksa setiap hari pada waktu yang sama, misalnya sembari mandi pagi. Sebelum memeriksa, kandung kemih harus kosong (buang air kecil terlebih dahulu). Setiap kali pemeriksaan sebaiknya menggunakan posisi yang sama, baik berdiri dengan satu kaki dinaikkan (misal pada ditumpukan pada sisi bak mandi) atau jongkok. Tangan dicuci bersih dengan menggunakan sabun dan dikeringkan (kuku tangan harus pendek). Jika memungkinkan menggunakan sarung tangan yang telah disucihamakan. Jari telunjuk tangan kanan secara perlahan dimasukkan dalam vagina sampai teraba serviks.
Pada perabaan serviks terasa bola licin yang berlekuk, sedangkan vagina akan teraba lembut, lembab, dan berlekuk-lekuk. Jika serviks sulit dicapai, rahim dapat didorong ke bawah dengan menekan perut bagian bawah sedikit tulang pubis dengan tangan kiri. Dengan pengalaman, pemeriksaan hanya memakan waktu beberapa detik.
INDIKATOR KEEMPAT - METODE KALENDER
Panjang siklus sebaiknya diukur dari hari pertama menstruasi sampai dengan menstruasi berikutnya, tetapi tidak termasuk hari pertamanya. Adanya bercak sebelum periode sebaiknya dimasukkan pada siklus sebelumnya. Hal ini akan membantu untuk menentukan panjang fase sebelum dan setelah ovulasi dengan lebih tepat. Metode kalender ini berdasarkan pengetahuan bahwa ovulasi terjadi 12-16 hari sebelum menstruasi berikutnya tanpa memandang panjangnya siklus. Sebaiknya perhitungan dibuat dengan mengambil siklus terpendek dan terpanjang dalam satu tahun, minimal 6 bulan.
Dengan menganggap bahwa sperma dapat hidup di kelamin perempuan selama hari dan masa hidup sel telur 2 hari, maka diperoleh rumus sebagai berikut:
Siklus terpendek – 20 = hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi
Siklus terpanjang – 10 = hari terakhir masa subur
Contoh, panjang siklus selama 6 bulan terakhir adalah 28, 29, 28, 27, 30, dan 28. Maka hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi adalah hari ke 7 (27-20), dan hari terakhir masa subur adalah hari ke 20 (30-10). Untuk mencegah kehamilan, pasangan dengan perhitungan di atas, disarankan untuk menghindari hubungan seksual pada hari ke 8 sampai dengan ke 20.
Metode kalender ini menghasilkan waktu yang panjang untuk menghindari hubungan seksual yang sebenarnya tidak perlu. Hal ini mengingat bahwa sekarang telah diketahui bahwa sel telur dapa dibuahi hanya daam beberapa jam setelah ovulasi dan masa hidup sperma di kelamin perempuan bervariasi dan mungkin lebih dari 3 hari.
Meskipun metode ini tidak cukup bisa diandalkan untuk direkomendasikan sebagai indikator tunggal, namun pencatatan panjang siklus dan variasinya cukup penting.
INDIKATOR KELIMA - INDIKATOR MINOR KESUBURAN
1. Sakit karena ovulasi (Mittelschmerz pain) – rasa sakit yang tajam atau tumpul pada salah sisi perut bagian bawah selama beberapa jam.
2. Gejala-gejala pada payudara – rasa kencang dan menggeleyar pada payudara dialami pada sekitar ovulasi.
Tanda-tanda ini tidak begitu kuat, tetapi berguna untuk meyakinkan hasil pengamatan.
Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:
menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi
memprediksikan hari-hari subur yang maksimum
mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan
membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas
Penelitian menunjukkan bahwa kesempatan untuk mendapatkan kehamilan terbatas pada 5 hari sebelum dan sehari setelah peningkatan suhu. Hari yang paling subur ditemukan 2 hari sebelum perubahan suhu yang mendekati hari puncak lendir.
Pada pasangan yang normal, kehamilan mungkin terjadi pada setiap waktu pada masa subur tetapi hubunan seksual paling mungkin akan menghasilkan kehamilan pada hari-hari di mana terdapat lendir serviks dengan kesuburan tinggi, terdapat sensasi basah atau licin pada vulva, dengan lendir serviks yang transparan dan elastis. Jumlah lendir subur yang paling banyak terjadi satu atau dua hari sebelum hari puncak dan merupakan waktu dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Hari puncak hari terakhir ketika lendir yang subur ada sering bersamaan dengan waktu ovulasi. Pergeseran suhu menyakinkan bahwa ovulasi sedang terjadi. Pada waktu tingkat kesuburan maksimum, serviks tinggi, pendek, lurus, lembek, dan terbuka dan mengalirkan lendir yang subur. Bila dalam 6 bulan setelah melakukan hubungn seksual secara eratur dalam masa subur namun tidak terjadi kehamilan, sebaiknya menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mencegah kehamilan
Pendekatan dengan kombinasi berbagai indikator, umumnya kombinasi suhu dan lendir merupakan metode yang sangat efektif, bahkan bila dilakukan dengan benar dapat mencegah kehamilan hingga 98%.
Berikut petunjuk untuk mencegah kehamilan:
Fase tidak subur sebelum ovulasi. Fase ini dapat dikenali dengan gejala pada lendir, tanda-tanda serviks, perhitungan kalender atau aturan Doering
Gejala pada lendir. Setelah menstruasi, hari-hari kering tanpa lendir merupakan fase tidak subur. Pada hari telah dikenali adanya lendir, menandakan bahwa fase ini telah berakhir.
Tanda-tanda pada serviks. Pada hari-hari dimana terdapat serviks yang rendah, panjang, kaku, tertutup, dan miring menandakan fase tidak subur. Pada hari pertama terjadi perubahan posisi dan tekstur menandakan adanya berakhirnya fase ini.
Perhitungan kalender. Siklus yang terpendek dikurangi 20 merupakan hari terakhir masa tidak subur. Fase tidak subur sebelum ovulasi dimulai dari hari pertama siklus sampai hari terakhir masa tidak subur hasil perhitungan di atas.
Aturan Doering. Hari pertama terjadi perubahan suhu dikurang 7 merupakan hari pertama fase subur. Fase tidak subur sebelum ovulasi dimulai dari hari pertama siklus sampai dengan hari pertama fase subur. Aturan Doering dan perhitungan kalender ini sebaiknya berdasarkan informasi paling tidak 6 siklus.
Fase tidak subur setelah ovulasi. Fase tidak subur setelah ovulasi ini dikenali melalui suhu, ledir dan tanda-tanda pada serviks.
Suhu. Fase ini dimulai setelah tiga suhu pada tingkat yang tinggi tercatat, dengan memenuhi syarat sebagai berikut: - Ketiga suhu yang tinggi tersebut merupakan suhu tanpa gangguan. - Paling tidak salah satu minimal 0,2 °C atau lebih di atas garis horisontal - Minimum terdapat 6 suhu di bawah garis horisontal.
Gejala pada lendir. Pada hari keempat setelah hari puncak.
Tanda-tanda pada serviks. Pada hari ketiga seteah serviks kembali pada kondisi tidak subur.
Metode Gejala dan suhu. Fase ini mulai setelah tiga suhu yang tinggi tercatat, dan suhu tersebut setelah hari puncak yang ditunjukkan dengan gejala pada lendir.
Efektivitas fase tidak subur sebelum ovulasi
Hubungan seksual pada fase ini masih mempunyai resiko kehamilan meski tidak besar. Fase ini tergantung pada tingkat kesuburan sperma, karena bila sperma hidup pada lendir yang subur, masa hidup sperma akan memanjang.
Ovulasi dapat pula terjadi lebih awal daripada perkiraan. Pada perempuan dengan siklus yang pendek antara 21– 24 hari atau dengan mentruasi yang lama, lendir dapat timbul segera setelah menstruasi atau bahkan sebelum menstruasi selesai. Pada kasus seperti ini, hubungan seksual dapat menyebabkan kehamilan.
Efektivitas fase tidak subur setelah ovulasi
Perlu ditekankan bahwa fase tidak subur setelah ovulasi merupakan waktu paling aman untuk melakukan hubungan seksual bila ingin mencegah kehamilan. Jika saat ovulasi telah ditentukan, tidak ada resiko lebih lanjut untuk timbulnya kesuburan dalam siklus ini.
Kapan Masa Subur Anda?
Kapan Masa Subur Anda?–Sudahkah anda tahu cara-cara untuk menghitung masa subur anda?, Dengan mengetahui cara menghitung masa subur, dapat membantu anda untuk merencanakan untuk mempunyai anak atau juga untuk menunda kehamilan secara natural.
Setiap pasangan suami istri yang berencana untuk mempunyai anak, sebaiknya mengetahui tentang apa itu masa subur dan bagaimana menghitung dan mengetahui masa subur ini?
Bagaimana mengetahui masa subur anda?
Ada beberapa cara untuk mengetahui masa subur anda, yaitu;
Anda dapat menghitung masa subur anda dengan menggunakan system kalender. Hal ini adalah cara natural atau alamiah yang digunakan bila anda mempunyai siklus menstruasi yang teratur. Cobalah untuk mencatat siklus menstruasi anda dalam 3 bulan terakhir berturut-turut (tanggal hari pertama haid ). Dan sebaiknya pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur akan sulit untuk menilai masa subur dengan cara ini. Perhitungan masa subur ini didasarkan masa subur atau saat ovulasi terjadi pada hari ke 14 dari menstruasi yang akan datang dan dikurangi 2 hari karena sperma dapat hidup selama 48 jam setelah ejakulasi serta ditambahkan 2 hari karena sel telur dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Jadi Misalnya siklus haidnya 28 hari dan haid terakhirnya terjadi tanggal 1, tanggal haid bulan berikutnya adalah tanggal 28. Dengan demikian, perkiraan waktu ovulasi anda , yaitu di tengah - tengah periode haid yakni tanggal 14. Jadi, masa subur berada pada sekitar tanggal 12 hingga 16.
Dengan menilai peningkatan suhu badan, biasanya suhu badan meningkat menjelang dan sesudah masa ovulasi karena pengaruh hormon progesteron.
Dengan menilai lendir rahim. Hormon estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi terjadi dan memengaruhi lendir rahim. Menjelang ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan dua jari membentuk benang dan berwarna bening.
Alat Tes Ovulasi. Saat ini juga sudah dijual bebas diapotik atau toko obat alat untuk menilai masa subur yaitu Test prediksi masa subur atau ovulasi. Alat test ini bekerja dengan mengukur kadar hormone LH yang dihasilkan saat ovulasi. Alat ini digunakan seperti test kehamilan tetapi tentu saja harganya lebih mahal.
Dengan mengetahui kapan masa subur anda, dapat membantu anda yang berencana mempunyai anak dan juga sekaligus sebagai metode Keluarga Berencana atau kontrasepsi yang natural untuk yang masih mau menunda kehamilan, jangan melakukan hubungan seksual pada saat subur..
Jangan lupa gambar ini :
http://blog.hilwan.com/cervix2.gif
Gambar 1 itu pas sebelom masbur , gerbang masih ketutup .. sperma2 yg ada bertahan di pintu gerbang selama 2-3 hari.
Pas Ovulasi (Gambar 2), pintu gerbang kebuka..sperma2 pada masuk n lendir kesuburan keluar.
Gambar 3 , gerbang kembali ketutup..n sel telur balik masuk ke tuba fallopi .. jadi kalo hubungan abis masbur kemungkinan hamil kecil, krn gerbang kteutup, sel telur dah mati.
Gangguan Kehamilan
Diposting oleh
Unknown
di
21.00
Kehamilan merupakan suatu kodrat bagi wanita. Berbagai upaya ditempuh agar kehamilan berjalan baik sampai tiba saat melahirkan dengan baik, normal, selamat dan sehat baik ibu maupun bayinya. Pada artikel terdahulu telah diuraikan berbagai tips sederhana bagi ibu hamil agar ibu hamil melahirkan sesuai harapannya. Namun tidak dipungkiri gangguan kehamilan bisa saja terjadi, walaupun telah berupaya seoptimal mungkin.
Gangguan kehamilan jenis dan ragamnya perlu diketahui agar ibu dan keluarganya tidak panik, karena dalam keadaan panik bisa menyebabkan salah bertindak dan berakibat yang tidak kita harapkan. Dengan mengetahui jenis dan ragam gangguan kehamilan diharapkan ibu dan keluarganya dapat bersikap tenang sehingga akan bertindak dengan cepat dan tepat.
Gangguan kehamilan bisa terjadi setiap saat dalam periode kehamilan seseorang. Bisa saja menyerang pada kehamilan muda, kehamilan tua atau sesaat akan melahirkan. Beberapa jenis gangguan kehamilan bisa dicegah diantaranya dengan memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan (Bidan, Dokter) secara rutin sesuai ketentuan.
Gangguan Kehamilan Yang Perlu Diwaspadai :
1.Muntah muntah :
Dalam triwulan pertama akan merasakan mual mual bahkan sampai muntah muntah. Hal ini normal saja bila muntah muntah dalam sehari hanya dua atau tiga kali saja, atau tidak menimbulkan lemahnya ibu hamil. Namun Bila muntah muntah berlebihan, sampai sehari tujuh kali dan keadaan ibu melemah karena kekurangan cairan dan makanan, maka perlu segera mendapat pertolongan bidan atau dokter. Kemungkinan saja ibu hamil sedang mengidap penyakit berat, keadaan ini akan berakibat buruk pada bayi dalam kandungan maupun ibunya
2.Gerakan janin tidak ada ;.
Bila setelah usia kehamilan lima bulan gerakan janin tidak ada, kemungkingan janin sudah mati dalam kandungan. Hal ini perlu diperiksa secara seksama oleh Bidan atau dokter. Bila bunyi detak jantung bayi tidak terdengar lagi maka dipastikan bayi sudah mati. Selanjutnya bayi perlu segera dikeluarkan karena akan mengganggu kesehatan ibu. Jika perut ibu semakin mengecil perlu diwaspadai kemungkinan bayi mati dalam kandungan tanpa diketahui. Karena bayi yang mati akan mengering dan perut ibu akan menyusut makin mengecil
3. Berat Badan Naik Berlebihan :
Bila berat badan ibu hamil naik satu kilogram dalam seminggu, kadang kadang disertai pembengkakan pada tungkai dan mata kaki, tekanan darah yang meninggi, air seni yang keruh, penglihatan berkunang kunang dan nyeri kepala, maka kemungkinan gejala Pre exlampsia yang akan berlanjut ke exlampsia, penyakit yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi dalam kandungan bila tidak segera ditanggulangi.
4. Anemia :
Anemia adalah kekurangan darah atau dalam bahasa medis kekurangan sel darah merah (haemoglobin). Pada ibu hamil, anemia biasanya disebabkan oleh kekurangan zat besi . Anemia sering ditandai dengan wajah ibu yang pucat pasi, cepat lelah, lemah dan lesu. Pada anemia yang berat akan mengganggu jantung, ditandai dengan sering berdebar pada ibu hamil karena anemia sudah sampai ketingkat membebani jantung.
5. Infeksi Dan Kejang Kejang :
Adanya infeksi mengakibatkan ibu hamil mengalami demam tinggi, bila demam tinggi sampai tiga hari dapat dipastikan ibu mengalami infeksi. Segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah infeksi dapat mengganggu bayi dalam kandungan atau tidak.
Ibu hamil yang kejang kejang kemungkinan infeksi yang mengakibatkan radang selaput otak atau meningitis, atau pada otak itu sendiri atau encephalitis. Yang sering dijumpai, kejang kejang ibu hamil karena disebabkan exlampsia, hal ini pun perlu segera mencari pertolongan dokter, tidak boleh ditunda tunda lagi.
6. Kehamilan terganggu :
Bila keluar darah dari liang rahim, disertai rasa nyeri , mulas melilit dibawah perut pada usia kehamilan muda yaitu 6 sampai 10 minggu atau kurang dari dua setengah bulan, kemungkinan terjadi keguguran.Atau bisa juga kehamilan yang terganggu ( KET atau Kehamilan Ektopik Terganggu). Kehamilan yang normal terjadi didalam rongga rahim. Namun ada kehamilan diluar rahim yang disebut kehamilan ektopik ( ektopic pregnancy). Kehamilan ini bisa terjadi di saluran telur, indung telur, atau dimana saja diluar rahim. Kehamilan ini disebut juga hamil diluar kandungan dan bisa selamat sampai cukup bulan, tapi kebanyakan sering mengalami gangguan dan terpaksa harus dikeluarkan walaupun belum waktunya untuk lahir.
7. Keluar Cairan Ketuban :
Dalam kandungan bayi dibungkus oleh ketuban, dan ketuban ini tidak boleh pecah sebelum saatnya persalinan. Bila cairan ketuban keluar menandakan bahwa ketuban telah pecah. Namun bila pecah sebelum waktunya, bayi dalam kandungan terancam terinfeksi bibit penyakit dari luar. Keadaan ini disebut juga Ketuban Pecah Dini (KPD), Wujud air ketuban sama seperti air seni namun tidak berbau pesing.
Bila cairan ketuban berwarna kehijau hijauan menandakan telah terinfeksi kuman dari luar. Kejadian ini akan mengancam janin, perlu segera mendapat pertolongan dokter untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan.
Langganan:
Postingan (Atom)